Selasa, 14 Mei 2013
Desa Pesahangan
Pesahangan,sebuah desa kecil di kecamatan cimanggu,kab.cilacap jawa tengah.walaupun secara geografis akses jalan utama menuju desa tersebut adalah melewati cilopadang yang notabene masuk kecamatan majenang.namun karena jalannya memutar jadi lebih dekat ke kec. Cimanggu
Desa yang sebenarnya cukup kecil jauh dari kota,namun siapa sangka peradaban hidup di sana terkesan jauh dari nama desa,gaya hidup kaum mudanya sudah tidak jauh berbeda dengan gaya hidup di kota.
Ya,itu yang saya lihat setiap saya pulang kesana.
Sebetulnya saya sendiri agak heran kenapa desa pesahangan yang letaknya jauh dari kota melewati huluwarang,cimencok,cijati namun terkesan lebih ramai dari desa-desa di sekitarnya.
Setelah saya mengamati semenjak keberadaan SMP N 2 Cimanggu yang didirikan di desa itu, mulai saat itulah desa pesahangan berubah secara perlahan menuju gaya hidup perkotaan.
Tidak dipungkiri dengan adanya SMP tersebut banyak anak dari desa sekitar melanjutkan sekolah di sana,bahkan banyak yang ngekost disana.
Di samping itu masyarakat desa tersebut banyak yang mengadu nasib di kota-kota besar seperti Jakarta,Bogor,Bandung,Tangerang dan kota-kota lainnya.
Mungkin itu salah satu yang menyebabkan perubahan gaya hidup di sana.
Selasa, 25 Desember 2012
Prakata
Senin,24 januari 2012 lalu ayahanda tercinta telah pergi meninggalkan saya dan kami sekeluarga tentunya.
Meninggalkan seorang istri yaitu Ibunda saya dan keempat anaknya termasuk saya sebagai anak bungsu.
Tentu bukanlah hal yang mudah bagi saya dan keluarga untuk melupakan kepergiannya yang sangat tiba-tiba.
Betapa tidak,ayah saya yang senin sore itu masih bercanda,bercengkrama dengan keluarga tiba-tiba muntah dan tidak sadarkan diri.
Ternyata Ayah saya terkena serangan jantung,walaupun sempat dirawat di rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.
Satu hal yang paling menyesakkan adalah ketika ayah saya terkena serangan jantung posisi saya sedang berada di Tangerang,sedangkan orang tua di majenang,cilacap,Jawa Tengah.sehingga saat beliau menghembuskan nafas terakhirnya saya tidak bisa menyaksikannya dan hanya bisa mengantar ke pemakaman.
Hari demi hari saya lalui,lambat laun kami sekeluarga bisa mengikhlaskan kepergiannya,pada akhirnya kami menyadari bahwa setiap makhluk yang bernafas pasti akan menemui ajal.
Berawal dari kejadian tersebut,saya sangat sadar arti penting kesehatan untuk kita semua,bahwa pada kenyataannya biaya pengobatan di negeri kita tercinta ini terbilang mahal bertolak belakang dengan gaya hidup kita yang berdampak buruk terhadap kesehatan.
Menyadari itu semua akhirnya saya pribadi mencoba berbagai pengobatan alternatif dengan harga terjangkau .Setelah browsing sana-sini hingga akhirnya saya menemukan produk air OXY yang harganya terjangkau.
Saya pun langsung mendatangi stockist terdekat yang sebenarnya sangat dekat dengan kantor tempat saya bekerja,yakni P.T. Surya Toto Infonesia Tbk. Unit Serpong.
Karena produk ini dijual dengan sistem network marketing akhirnya saya pun mendaftarkan diri sebagai member yang waktu itu masih Rp.125.000,-
Setelah mendaftarkan diri sebagai member dan membeli satu dus Oxy,alhamdulillah sakit maag saya yang sudah bertahun-tahun bisa sembuh.
Pada awalnya tentu saya tidak terlalu yakin dengan kualitas air Oxy yang secara fisik tidak ada bedanya dengan air mineral biasa,tapi setelah melihat hasil tes menggunakan electrolyzer barulah saya tahu kenapa air ini bisa menjadi alternatif pengobatan untuk segala penyakit
Di awal pun saya tidak tahu persis kalau ternyata air oxy ini ada nilai usahanya yang jika kita mau menekuninya pasti ada hasil yang memuaskan.
Saya pun tidak lantas percaya dengan statement tersebut dan setelah mendapatkan pencerahan dan bimbingan dari Ibu Sucahyani Suhartono dan Bpk.Hodi Santoso akhirnya sayapun mulai menjalankan bisnis ini dengan serius.
Dan Alhmadulillah dari bisnis ini saya sedikit demi sedikit mulai mulai merasakan peningkatan bonus yang tidak saya sangka sebelumnya.
Mulai dari puluhan ribu,ratusan ribu dan seterusnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
